Minggu, 06 November 2011

Menumbuh Kembangkan Kesabaran dan Rasa Memiliki Terhadap Apa yang Telah Disepakati

Nama Kelompok :

Khoirul Azmi 20208708
Nur Fauzi 20208917
Rian Deno Rajani 21208397

Pembiayaan Perumahan Rakyat Belum Berhasil

 Latar belakang masalah :
Banyaknya penduduk Indonesia yang tinggal di ibukota membuat pemerintah memutar otak untuk mengurangi kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk di ibukota menyebabkan banyaknya bangunan liar di sepanjang Jakarta.. untuk itu , pemerintah pada tahun 2010 membuat program 1000 menara rumah susun untuk penduduk ibukota, terutama bagi perantau. Dimana program tersebut dilakukan agar masyarakat ibukota mendapat rumah murah. Namun, dalam pelaksanaanya hal tersebut tidak terjadi karena adanya oknum. Oknum tertentu yang menyalahgunakan program tersebut.

masalah :

 Kesimpulan :

Dari kasus tersebut, dapat disimpulkan bahwa program 1000 menara rumah susun yang di amanatkan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum berhasil. Hal ini disebabkan karena pada kenyataanya masih terganjal sejumlah persoalan. Persoalan tersebut antara lain masih tersandera kekurangan rumah hingga 13,6 juta unit, pembiayaan perumahan rakyat masih lamban dilapangan, banyaknya pengembang rumah susun bersubsidi yang menjual unit dengan harga lebih tinggi dari patokan pemerintah, pengembang juga pernah menghentikan pembangunan rumah sejahtera susun bersubsidi untuk masyarakat menengah bahwa di wilayah jabodetabek karena hambatan perizinan.

 Saran :
Dari kasus tersebut, hendaknya pemerintah, BUMN dan PEMDA menumbuh kembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah di sepakati sehingga penyelesaian 1000 menara rumah susun untuk rakyat dapat selesai dengan tepat waktu serta tidak adanya peenyelewengan yang dilakukan oleh oknum. Oknum tertentu, seperti halnya pengembang yang menjual unit dengan harga lebih tinggi dan patokan pemerintah. Selain pemerintah BUMN dan PEMDA, kementrian perumahan rakyat juga takut andil karena tanpa koordinasi dari kementrian perumahan rakyat maka penyelesaian 1000 menara rumah susun tidak dapat terselesaikan. Jika koordinasi antara semua pihak dengan menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah di sepakati oleh seua pihak maka akan terjalin ketentraman dan kenyamanan dalam pengerjaannya.

Senin, 31 Oktober 2011

Menumbuh Kembangkan Kesabaran dan Rasa Memiliki Terhadap Apa yang Telah Disepakati

Nama Kelompok :
Khoirul Azmi 20208708
Nur Fauzi 20208917
Rian Deno Rajani 21208397

I. PENDAHULUAN
I.1. LATAR BELAKANG

Pada kondisi saat ini, setiap pelaku bisnis jelas akan semakin berpacu dengan
waktu serta negara-negara lainnya, agar terwujudnya suatu tatanan perekonomian yang saling menguntungkan. Tentunya semua perusahaan harus sudah mengacu kepada implementasi GCG yang sudah bisa ditawar-tawar lagi, sehingga dapat dikatakan bahwa bisa atau tidak bisa yang pada akhirnya tetap berusaha dan bukan merupakan suatu kebutuhan. Selain itu, memang belum adanya sangsi yang tegas dari pihak regulaor dalam hal ini pemerintah yaitu jika bagi perusahaan yang tidak menerapkan GCG. Dibeberapa negara maju, GCG saat ini sudah dianggap sebagai
sauatu asset perusahaan yang sangat bermanfaat, misalnya GCG akan dapat meningkatkan nilai tambah bagi pemenang saham dan mempermudah akses ke pasar domestik maupun ke luar negeri (global) serta tidak kalah pentingnya dapat membawah citra perusahaan yang positif dari masyarakat

I.2. PENJELASAN TENTANG ETIKA BISNIS.
Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil , sesuai dengan hukum yang berlaku tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.

Ingin diberkati adalah keinginan yang wajar, ingin menjadi berkat bagi orang lain adalah keingginan yang mulia. Menurut Peter Straub, kadang-kadang…. apayang harus engkau kerjakan adalah kembali ke awal dan melihat segalanya dalam sebuah cara pandang yang baru. Jim Collin (2001), implementasi konsep membuat perusahaan menjadi perusahaan yang Good to Great. Dimana kriteria perusahaan agar bisa dipilih sebagai perusahaan yang Good to Great adalah seperti berikut :

(1). Perusahaan menunjukkan pola kinerja baik yang ditemukan titik transisi menuju ke kinerja hebat. Kinerja hebat di definisikan sebagai kumunikasi total hasil saham paling sedikit 3 kali dari pencapaian pasar secara umum, mulai dari titik transisi (T) dalam 15 tahun kemudia Sedangkan kinerja baik hanya menghasilkan 1.25 kali dari pencapaian pasar secara umum selama 15 tahun sebelum titik transisi (T-15). Rasio antara kumulatif hasil saham padaT+15dan T-15 harus lebih dari 3.

(2). Pola kerja kinerja Good to Great harus merupakan upaya pergeseran perusahaan (company ) itu sendiri bukan karena kecenderungan industri (industry event). Dengan kata lain,perusahaan harus menunjukkan pola tidak hanya relatif terhadap pasar, tetapi juga terhadap industrinya.
(3).Perusahaan adalah perushaan yang sudah cukup lama beroperasi setidaknya 25 tahun
sebelum titik transisi, dan merupakan perusahaan terbuka setidaknya dalam 10 tahun.
(4). Titik transisi sudah terjadi pada tahun 1985, dan tahun 2000 adalah tahun
analisis.
(5) Perusahaan sudah masuk dalam daftar peringkat FORTUNE 500 pada tahun 1995 yang
diterbitkan tahun 1996.
(6) Perusahaan masih menunjukkan kecenderungan naik dengan kemiringan hasil saham
kumulatif relatif terhadap pasar pada titik awal transisi harus sama lebih
baik dari 3/1 yang dipersyaratkan untuk memenuhi kriteria 1 pada fase T+15. Ini
berlaku untuk T+15 yang jatuh sebelum tahun 1996. Dari keenam kriteria tersebut
tadi masih dilakukan seleksi dalam 4 tahap yaitu: Tahap pertama menghasilkan
1.435 perusahaan dari seluruh FORTUNE 500(1965-1995) Tahap kedua tersaring 126
perusahaan Tahap ketiga menjaring 19 perusahaaan yang tersisa, dan Tahap keempat
menghasilkan 11 perusahaan yang berkriteria Good to Great ”the man behind the
gun”. Bila pimpinan puncak tidak memiliki unsur BMF, maka perusahaan itu tidak
mungkin menjadi perusahaan yang berlandaskan spriritual (spiritual company).




Contoh Kasus Sebagai Pelaku Bisnis

Pada tahun 1990 an, kasus yang masih mudah diingat yaitu Enron. Bahwa Enron adalah perusahaan yang sangat bagus dan pada saat itu perusahaan dapat menikmati booming industri energi dan saat itulah Enron sukses memasok enegrgi ke pangsa pasar yang bergitu besar dan memiliki jaringan yang luar biasa luas. Enron bahkan berhasil menyinergikan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi. Dan data yang ada dari skilus bisnisnya, Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Seiring dengan booming indutri energi, akhirnya memosisikan dirinya sebagai energy merchants dan bahkan Enron disebut sebagai ”spark spead” Cerita pada awalnya adalah anggota pasar yang baik, mengikuti peraturan yang ada dipasar dengan sebagaimana mestinya. Pada akhirnya Enron meninggalkan prestasi dan reputasinya baik tersebut, karena melakukan penipuan dan penyesatan.. Sebagai perusahaan Amerika terbesar ke delapan, Enron kemudian kolaps pada tahun 2001.

I.5. TUJUAN PEMBAHASAN.
Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk :
1. Penerapakan peranan etika bisinis dalam implementasi sebagai good corporat
governance
2. Penerapakan membangun “built to bless” dalam implementasi sebagai good corporate
governance



II. PEMBAHASAN

Berbisnis dengan etika dan atau etika berbisnis, sebenarnya keberadaan etika
bisnis tidak hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sederhana atau ”remeh” atau, “ Bisakah kita melakukan etika berbisnis/ tidak melanggar hukum untuk meningkatkan kinerja divisi kita ?” jawabannya “pasti bisa” Jurnal Business and Society Review (1999), menulis bahwa 300 perusahaan besar yang terbukti melakukan komitmen dengan publik yang berlandaskan pada kode etik akan meningkatkan market value added sampai dua-tiga kali dari pada perusahaan lain yang tidak melakukan hal serupa. Bukti lain, seperti riset yang dilakukan oleh DePaul University (1997), menemukan bahwa perusahaan yang merumuskan komitmen korporat mereka dalam menjalankan prinsip-prinsip etika memiliki kinerja finansial (berdasarkan penjualan tahunan/revenue) yang lebih bagus dari perusahaan lain yang tidak melakukan hal serupa. Sebuah studi selama 2 tahun yang dilakukan The Performance Group, sebuah konsorium yang terdiri dari Volvo, Unilever, Monsato, Imperial Chemical Industires, Deutsche Bank, Electolux, dan Gerling, menemukan bahwa pengembangan produk yang ramah lingkungan dan peningkatan environmental compliance bisa menaikkan EPS (earning per share) perusahaan, mendobrak profitability, dan menjamin kemudahan dalam mendapatkan kontrak atau persetujuan investasi.

II.1. PERANAN ETIKA BISNIS DALAM PENERAPAN GCG
(1). Nilai Etika Perusahaan ( Company Ethics Value)
Kepatuhan pada kode etik ini merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan dan memajukan reputasi perusahaan sebagai karyawan dan para pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab, dimana pada akhirnya akan memaksimalkan nilai pemegang saham. Beberapa nilai-nilai etika perusahaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip GCG, yaitu kejujuran, tanggung jawab, saling percaya, keterbukaan dan kerja sama. Sebagai contoh yang sering kita ketahui yaitu kode etik yang harus dipatuhi oleh seluruh karyawan dan pimpinan perusahaan, antara lain masalah informasi rahasia dan bentuan kepentingan.

(2). Code of Corporate and Business Conduct
Kode etik dalam tingkah laku berbisnis di perusahaan (code of corporate and business conduct) merupakan implementasi salah satu prinsip Good Corporate Governance (GCG). Kode etik tersebut menuntut karyawan & pimpinan perusahaan untuk melakukan prakter-praktek etik bisnis yang terbaik di dalam semua hal yang dialakukan atas nama peusahaan. Dengan tujuan agar prinsip etika bisnis menjadi budaya perusahaan (corporate culture), maka seluruh karyawan dan para pimpinan perusahaan akan berusaha memahami dan berusaha mematuhi “mana yang boleh” dan mana yang tidak boleh dilakukan dalam aktivitas bisnis perusahaan. Pelanggaran atas kode etik merupakan hal yang serius, bahkan dapat termasuk kategori pelanggaran hokum.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

Contoh :
Di Indonesia dengan Topik : The Challenges of Legal Profession in The Corrupt Society (Gayus Lumbuun, 2008), yang memaparkan (1) penegakan hokum pembrantas korupsi, (2) substansi/norma hukum kebijakan pemberantas KKN, (3)kelembagaan/ struktur hukum pemberantas KKN, (4) budaya hukum (legal culture dalam kebijakan pemberantas KKN. Dari keempat unsur hukum tersebut, maka unsure ketiga dari sistem hukum yang sangat berpengaruh dalam implementasi UU tentang tindak pidana korupsi adalah masalah budaya hukum yang terkait dengan pemberantas KKN. Budaya hukum disini dapat dikelompokkan kedalam 2 hal yaitu:
budaya yang menyimpang dan buadya sebagai karekter entitas. Budaya hukum yang menyimpang inilah yang sebenarnya masih dapat diperbaiki. Bebarapa bagian penting yang terkait dengan budaya hukum ini adalah mengenai sebab-sebab dan pelaku korupsi, serta dukungan masyarakat dalam pemberantas KKN, dan strategi umum yang dapat dilakukan dalam pemberantas KKN.


II.2. MEMBANGUN ETIKA BISNIS DAN BISNIS YANG BERETIKA
Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang
berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya. Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
(1). Pengendalian diri./ kejujuran.
(2). Social Responsibility
(3). Memiliki prinsip / mempertahankan jati diri.
(4). Menciptakan persaingan yang sehat.
(5). Menerapkan konsep yang berksinambungan.




II.3. MEMBANGUN “ BUILT TO BLESS”DALAM PENERAPAN GCG.

(1). Moralitas Kerja dalam Bentuk Etika Bisnis dan Etika Kerja
Moralitas ini merupakan landasan berbisnis dengan etika yang baik. Etika bisnis dan etika kerja adalah dua hal utama yang terus dipertahankan sebagai cara kerja dalam mencapai tujuannya. Keduanya merupakan standar yang diyakini tentang baik buruk dalam pengelolaan usaha (a defined standard of right or wrong what some one often said). Bukan hanya memiliki dokumen yang tertulis di kertas tapi terpatri dalam hati. Seluruh jajaran mengahayati dan mengamalkan karena karena percaya bukan paksaan atau bagian dari deskripsi pekerjaan dan proses. Moralitas yang setidaknya mencakup pedoman etika bisnis dan etika kerja ini secara tertulis dijabarkan dan dikomunikasikan secara terus menerus. Pimpinan perusahaan menjadi pemegang kunci pelaksanaan yang senantiasa dilihat oleh seluruh pekerja. Dalam keadaan krisis tidak terbatas pada target penjualan dan yang tidak tercapao, tetapi bahkan sampai keberadaan bisnis sekalipun, pimpinan dan organisasi yang memiliki kinerja emosional dan etikal yang tinggi akan terus berupaya mempertahankannya tanpa kompromi. Etika bisnis mencakup bagaimana menata hubungan yang etis perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan seperti hubungan perusahaan dan seluruh pemasok, pelanggan, karyawan, masyarakat sekitar, lingkungan, dan pemerintah. Sedangkan etika kerja mengatur hubungan antara pekerja dan sesama pekerja, pekerja dengan atasan, pekerja dengan pimpinan perusahaan, perusahaan dengan pemangku kepentingan lainnya. Nilai pekerja harus dihayati dan dipratikkan dan pekerjaan sehari-hari. Bukan hanya sekadar menyelesaikan pekerjaan juga cara melakukan pekerjaan (how to do not only what to do). Bebarapa perusahaan yang mendapat penghargaan sebagai perusahaan yang beretika bisnis tinggi dalam 16th Annual Business Ecthic Awards 2004 adalah sebagai berikut:
a.Gap Inc, mendapat Social reporting Award. Gap melporkan kinerja dan ketaatan 3.000 pabrik pemsok di 50 negara terhdap aturan yang tela ditetapkan.
b.Chroma Technology Corp. Meraih Living Economy Award, perusahaan yang menerapkan konsep kepemilikan karyawan, kebijakan upah yang pantas.
c.Dell Inc, memperoleh Environmental Progress Award, menawarkan jasalayanan gratis untuk mendaur ulang komputer yang eprnah dipakai perusahaan pada setiap pembelian komputer baru.
d.Cliff Car Inc, menyabet General Excellence Award atas komitmennya dan konsisten terhadap pelestarian lingkungan.
e.King Arthur Flour, mencapai Social Legacy Award, kerena menyerahkan kepemilikan saham perusahaan 100 persen.

(2). Kinerja Spiritual melahirkan perusahaan yang Built to Bless
Dalam hasil pengamatan saya selanjutnya, kedua kinerja tersebut belumkah seluruhnya mencerminkan kesuksesan menyeluruh dalam perusahaan. Ada factor ketiga yang patut menjadi bahan renungan setiap pimpinan dan pemegang saham yakni Kinerja Spiritual. Ini selaras dengan kecerdasan manusia yang memiliki tiga cakupan yakni Intelektual, Emosional, dan Spriritual. Kecerdasan Spiritual yang dimiliki pimpinan dan manusia ada dalam perusahaan akan menjadi peusahaan untuk memiliki Kinerja Spiritual.terjadi, maka akan ada padanan yang serasi antara manusia sebagai subjek dan organisasi sebagai ranah subjek. Salah satu aspek yang sangat penting dalam membawa perusahaan menjadi perusahaan BERKAT (A Built to Bless-Blessing Company) adalah memperdalam dan memperindah (depth and beauty) landasan berbisnis yang berada di atas etika dan moral standar yakni unsur spiritualitas yang bersumber pada tata nilai keimanan yang disebut keyakinan (belief). Etika dan moral hanya berlandasan pengertian baik-buruk dan benar-salah dengan penerapan Good Corporate Governance (GCG). Perusahaan yang Built to Bless, sudah menyentuh aspek yang saya sebut sebagai sisi spiritual yang bersumber kepada Tuhan (God) yang akhirnya menelurkan prinsip baru yang banyak dikenal sebagai God Corporate Governance (GODCG). Oleh karena itu, landasan dari moral, etika, falsafah perusahaan yang akan langgeng karena memiliki sifat transendensi harus berakar pada landasan spiritual sebagai sumber segala kebijakan. Saya yakin, semua Kitab Suci dari semua agama mengajarkan landasan spiritual yang jauh lebih dalam dari landasan mental dan moral. Untuk pedoman berperilaku khususnya dalam dunia bisnis, tidak ada dogmatika yang sangat berbeda.



III. KESIMPULAN DAN SARAN

1. KESIMPULAN.

1.Etika bisnis memegang peranan sangat penting dalam rangka implemetasi GCG. Sedangkan Code of Corporate and Business Conduct merupakan pedoman bagi seluruh karyawan dan para pimpinan perusahaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari Dan agar mudah disosialisakan kemua karyawan tanpa memandang level jabatan, maka dibuatkan beberapa sepanduk (slogan) dipasanga di tempattempat strategis dilingkungan perusahaan.
2.Gerakan moral : bersih, transparan dan profesional mengandung mengandung nilai moral dan prinsip-prinsip dasar dari GCG yang bersifat universal.
3.Implementasi GCG di perusahaan, harus dijunjung tinggi, karena kemajuanperusahaan, kepercayaan pelanggan, dan profit yang terus meningkat, pangsa pasar terus meluas, merupakan cita-cita bagi setiap perusahaan.
4.Diperlukan integrasi moral yang tinggi dari para Aparat penegak hukum yangmenangani perkara korupsi dan jangan memberikan contoh yang kurang baik,jangan membuat masyarakat tidak lagi percaya terhadap Aparat Penegak Hukum ( Undang-undang No. 20 tahun 2001) tentang Pemberantasn Tindak Pidana Korupsi.
5.Gunakan kriteria bagi perusahaan Built to bless yaitu ada Lima Fase PerubahanPerusahaan dengan Kinerja Spiritual yang tinggi : fase “ BURUK (Bad) MAPAN (Establishes)”, HEBAT (Good to Great)”, “ LANGGENG ( Built to Last) dan BERKAT (Built to Bless = BLESSING)





2. SARAN
1.Untuk implementasi GCG, selain faktor individu, maka tidak kalah pentingnya suatu perusahaan harus mempunyai sistem, SOP (Standard Operation Procedure) pada setiap item pekerjaan.
2.Dari aspek agama , perlunya menekankan kaidah atau norma-norma ajaranagama agar umatnya sensitif dalam menyikapi “ mana yang benar” atau “mana yang tidak benar” dan apa sangsinya jika kita selalu menabrak yang terkait dengan norma-norma agama. Dan sabagai bukti para penghuni Lapas , beberapa tokoh agama ( orang yang mempunyai pemahaman agama yang cukup baik ) ternyata sebagai penghuninya.
3.Karena implementasi GCG sangat dominan ketika para pimpinan perusahaan betul-betul mensuport, memberikan teladan, dan mempunyai komitmen yang kuat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
4.Aparat penegak hukum, harus berani memberikan keyakinan bahwa korupsi bisa diberantas, namun kenyataan banyak para pejabat, profesi dan orang yang mempunyai latar belakang ilmu hukum, ternyata melakukan pelanggaran hukum, hal ini akan berpotensi membuat masyarakat tidak yakin kalau namanya korupsi bisa diberantas.





IV. DAFTAR PUSTAKA

I.Bambang Paulus, 2007, Built to Bless, PT Elex Media Kumputindo, Jakarta Buchholtz and B. Rosenthal, 2002, Business Ethics, Upper Saddle River, N,J Printece Hall.
II.Gayus Lumbuun, 2008, The Challenges of Legal Profession in The Corrupt Sociaety.
III. Indriyanto Seno Adji, 2007, Korupsi Kebijakan Aparatur Negara dan Hukum Pidana, CV Diadit Media , Jakarta.
IVJim Collins, 2001, Good to Great, Why Some Companies make the Leap and Others Don’t Harper Business, An Imprint of Harper Collin, Published.
V.R.Sims, 2003, Ethics and Corporate Social Responsibility-Why Giants Fall, C.T: Greenwood Press.
VI.Tjager, I Nyoman, 2003, Corporate Govermance : Tantangan dan Kesempatan bagi Komunitas Bisnis Indonesia, PT .Prenhallindo, Jakarta Undang-undang No. 20, 2001, Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi.

Senin, 03 Oktober 2011

Tugas Softskill

Nama Kelompok: Khoirul Azmi (20208708), Nur Fauzi(20208917, Rian Deno Rajani (21208397)

Sumber : Kompas 20 September 2011
1. Tanggung jawab profersi
Karena adanya banyak pengaduan pelanggaran kode etik dalam proses penganggaran di badan penganggaran maka BK DPR menyelidiki badan penganggaran. Badan penganggaran tetap di periksa karena ada kemungkinan kasus pelanggaran yang berkembag. Anggota badan anggaran terbukti bersalah dengan alas an 21 temuan transaksi sehingga anggota badan anggaran disini melanggar kode etik pertama yaitu tanggung jawab profersi.
2. Kepentingan Publik
Dengan adanya temuan tersebut anggota badan anggaran tidak menunjukkan komitmen atas profesionalisme dan tidak menghormati kepercayaan public sehingga anggota badan anggaran melanggar kode etik kedua yaitu kepentingan public
3. Integritas
Anggota badan pengaggaran harus memiliki integritas setinggi mungkin untuk memenuhi tanggung jawab profesionalnya. Dengan adanya kasus 21 transaksi yang tidak wajar didalam badan anggaran maka menunjukkan bahwa badan anggaran tidak memiliki integritas yang tinggi, ini menunjukkan anggota badan anggaran melanggar kode etik yang ketiga yaitu integritas.
4. Obyektivitas
Anggota badan penganggaran harus men menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Dalam kasus ini, anggota badan anggaran Wa Ode Nurhayati melanggar koe etik yang keempat yaitu obyektivitas dengan dia berprasangka bahwa dia sedang di incar oleh colegannya padahal sebagai anggota badan penganggaran dia harus obyektiv, tidak berprasangka.
5. Kompetensi dan kehati-hatian professional
Dalam kasus ini menunjukkan bahwa anggota badan anggaran tidak memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan kompetensi dan ketekunan demi kepentingan pengguna jasa dan kepada public. Jika anggota badan anggaran mempunyai kompetensi dan kehati-hatian professional maka anggota badan anggaran tidak akan tersandung kasus ini.

Jumat, 15 April 2011

DIFFERENCE TOEIC and TOEFL

DIFFERENCE TOEIC n TOEFL
What is the TOEIC test?
"TOEIC" stands for Test of Home for International Communication. TOEIC test is an English proficiency test for people who native language is not English. TOEIC test scores indicate how well people can communicate in English with others in the global work environment. The test requires no specialized knowledge or vocabulary, these tests only measure the kind of English used in everyday activities.
TOEIC test is a proficiency test in English that's leading the world in the context of the global work environment. More than 4,000 companies around the world use the TOEIC test, and more than 2 million people registered to take this test every year.
Like what format TOEIC ® test?
TOEIC test is a test of multiple choice, paper and pencil for two hours which consists of 200 questions divided into two parts separate times:
• Part I: Listening Comprehension
This section consists of 100 questions and is divided into four sections. Test participants heard a recording of statements, questions, short conversations, and a brief explanation, then answer questions based on segments of hearing. The Listening section takes approximately 45 minutes.
Part 1: Photographs
Part 2: Questions and Response
Part 3: Short Conversations
Part 4: Short Talks 20 items (4 - choice)
30 items (3-choice)
30 items (4-choice)
20 items (4-choice)
• Part II: Reading
The Reading section consists of 100 questions presented in written format in the test booklet. Participants read various materials and answer questions based on their own pace according to the reading material itself. Entire sections requires 75 minutes reading.
Part 5: Incomplete Sentences 40 items (4-choice)
Part 6: Error Recognition 20 items (4-choice)
Part 7: Reading Comprehension 40 items (4-choice)
Participants answered questions by marking one of the letters (A), (B), (C), (D) with a pencil on the answer to a separate valley. Although the actual testing time is approximately two hours of extra time it takes participants to complete the biographical questions on the answer sheet and respond to a brief questionnaire about their education and work history.
What are the contents of the TOEIC test?
TOEIC test is designed to meet the needs of the working world. Test questions are developed from examples of spoken and written language collected from various countries around the world where English is used in the workplace. Test questions and the atmosphere contains many different situations, such as:
• General business - contracts, negotiations, marketing, sales, business planning, conferences.
• Manufacturing - plant management, assembly lines, pengandalian quality.
• Finance and budgeting - banking, investment, taxation, accounting, billing
• Corporate development - research, product development.
• Offices - board meetings, committees, correspondence, memoranda, telephone, fax, and messages e-mail, equipment and office furniture, office procedures.
• Personnel - receiving, hiring, pension, salaries, promotions, job applications, advertising.
• Purchasing - shopping, ordering supplies, deliveries, invoices
• Technical areas - electronics, technology, specifications, buying and renting, electric and gas service.
• Travel - trains, planes, taxis, buses, ships, ferries, tickets, schedules, announcements stations and airports, car rental, hotel, reservations, delays and delays.
• Dining out - business and informal lunches, banquets, receptions, restaurant reservations.
• Entertainment - cinema, theater, music, art, media
• Health-medical insurance, visiting doctors, dentists, clinics and hospitals.
A prospective regular employees must have a minimum TOEIC score of 400. While a prospective manager should at least have a TOEIC score of 800.
Someone who has a TOEIC score 405-600, for example, in listening to be able to understand explanations related to routine daily tasks, understand the announcements during the trip and mengusai limited social conversations. In this talk could explain kerj responsibility adan academic background as well as a discussion about the project in the past and the future. While in the case of reading still need a dictionary to understand the technical documents. And lastly in terms of writing people who have intermediate level was able to write a short memo, letter of complaint and fill out a simple application form.
TOEFL
TOEFL stands for Test of Home as a Foreign Language. This is a test of English as a foreign language. These tests test the ability of a person to the extent to which mastery of English that includes the ability: Listening Comprehension (Comprehension in listening), Structure and Written Exxpression (Structure and expression in writing relating to the Home Grammar or Grammar English (Reading Comprehension (Reading Comprehension), and Writing (Writing).
TOEFL, GRE, SAT and TOEIC is a test products issued by ETS (Educational Testing Service) based in the U.S. and has been operating for more than 40 years.
During this time English language proficiency test product of ETS are most popular in Indonesia is the TOEFL (Test of Home As Foreign Language). However, the TOEFL test is actually designed for academic purposes which is for anyone who wants to continue their studies to the U.S. and North America. During this time, the company in Indonesia, too, put the score TOEFL as employee recruitment requirements.
The use TOEFL scores to the world of work turned out to be less effective. Therefore, there followed a trend of companies that intend to recruit employees to move to the TOEIC (Test of Home for International Communication). ETS TOEIC has been held for 25 years throughout the world. "In Indonesia, the TOEIC test was introduced in 1999," kataJulivan E. Rondonuwu of PT International Test Center, ETS representative in Indonesia.
Benefits of the TOEFL
TOEFL is Bahassa bahasa fluency assessments received by Lebihh than 6,000 institutions. You might think that this is in America / bahasa Kingdom, they actually spread in all the world in 110 countries. Nearly every university in the English-speaking countries like the United States, Britain, Australia, Canada, & New Zealand, use the TOEFL to determine whether the point / non-language speakers of English can be accepted on their programs, receiving scholarships, / enter graduate school .
Another benefit of the TOEFL test proficiency Attas yangg bahasa Another is the fact that there Lebihh than 4,000 testing centers you can use. If you travel, you will save money because the test and can be completed within days.
Finally, this test gives you a benchmark bias your ability to speak bahasa. Score test anonymously, and there are interviews yangg entered as of the process. If you know Bahassa bahasa together well, you'll score with the good, and simple. TOEFL is to benchmark the best of your ability to succeed in college English Software
The ability of any tested in TOEFL test?
There are three parts of the TOEFL test to be done by test participants. The first part is the questions that measure the ability of Listening Comprehension in the number of 50 questions, Structure & Written Expression, 40 questions, and Reading Comprehension, 50 questions. The entire matter was made in the form of multiple choice (except for the Computer Based TOEFL test is a matter of the essay writing ability of participants in English and other variations to match the form of questions such as, to highlight certain words in connection with the main idea of a reading, etc..). The entire test takes place in time approximately 150 minutes, for the Paper and Pencil Based TOEFL, and approximately 240 minutes for the Computer Based TOEFL. A relatively long time for the Computer Based TOEFL tutorials are included procedures.
How many kinds of TOEFL test?
There are two types of TOEFL tests, ie
1) Paper and Pencil-Based TOEFL, and
2) Computer-Based TOEFL.
Type the first TOEFL test is the TOEFL test that we know so far, where both questions and answers done by using paper and pencil. While the second type of TOEFL test is a relatively new test model because it was first introduced in 1998. As stated in its name, this test uses a computer in the delivery of and participant test because these tests also will answer via the computer.
In addition to the above two types of tests, whether there are other types of TOEFL test?
For the purposes of pre-selection or internal use of an institution, then the ETS as a developer and provider agency also conducts TOEFL TOEFL ITP (ITP = Institutional Testing Programme). The number of questions and level of difficulty did not differ with ITP TOEFL Paper and Pencil-Based TOEFL and the Computer Based TOEFL, because the questions used in the TOEFL ITP TOEFL test is a matter that has been used before. Differences that need to be known by those who plan to follow the TOEFL test is that the score obtained dariTOEFL ITP in its use is limited. Universities and colleges in America, for example, will only accept scores from the TOEFL Paper and Pencil-Based or Computer Based TOEFL. Another difference is in terms of test cost. Currently, the cost of Paper and Pencil-Based TOEFL and the Computer Based TOEFL is U.S. $ 110, while the TOEFL ITP is relatively cheaper cost of U.S. $ 25. There should also note that the Paper and Pencil-Based TOEFL and the Computer Based TOEFL Test Center is only held in particular with the schedule of tests that have been determined in advance, while the TOEFL ITP implementation is more flexible schedule and in Indonesia is conducted by the IIEF (The Indonesian International Education Foundation) with coordinate with the central language in public universities.
In addition to TOEFL ITP, there is also a TOEFL Prediction / Equivalent Test that is usually used to estimate the TOEFL score before the relevant person take another TOEFL test (TOEFL Paper and Pencil-Based, Computer Based TOEFL, TOEFL ITP). Type Prediction TOEFL test is generally conducted by the institute / center language or places that hold training courses TOEFL.
Is there a difference in the scoring system based TOEFL Paper and Pencil, Computer Based TOEFL, ITP TOEFL and TOEFL Prediction Test?
True, rating or scoring system used for the Paper and Pencil BasedTOEFL, TOEFL ITP, TOEFL Prediction Test and Computer Based TOEFLmemang different.
This is done of course with the intention to avoid misunderstandings in the interpretation of test scores reported by participants. The range of scores used by the Paper and Pencil-Based TOEFL, TOEFL ITP, danTOEFL Prediction Test is 310 (lowest score) up to 677 (highest score), whereas for the Computer Based TOEFL, the lowest value is 0 and the highest value of 300 (TOEFL Score User Guide, 2000-2001). About the overall level of difficulty for this type of course the same test, so it can be said those who obtain a score of 677 on the TOEFL Paper and Pencil Based expected to obtain a score of 300 on Computer Based TOEFL, and vice versa if a participant obtained a score of 213 tests in the TOEFL test that uses computer (Computer Based TOEFL), the corresponding score on the Paper and Pencil-Based TOEFL is 550.
How is the relationship of scores obtained by the level of one's mastery of English?
In general, we recognize three levels of mastery of foreign languages, namely Basic Level (Elementary), Intermediate Level (Intermediate) and Advanced (Advanced). TOEFL score, experts typically classify the language of this score into the following four levels (Carson, et al., 1990):
• Elementary Level (Elementary): 310 sd 420
• Lower Secondary Level (Low Intermediate): 420 sd 480
• Secondary Level (High Intermediate): 480 sd 520
• Advanced (Advanced): 525 sd 677
From the classification score above, may arise if the test questions TOEFLdiberikan on American students, for example, whether they will have difficulty working on the TOEFL questions? Studies conducted by Johnson (1977) mentions that the average scores obtained by 173 first and second year students at the University of Tennessee, United States, is 628. That is, for English speakers themselves, the questions TOEFL can be done easily, as evidenced from which they obtained a score at the level of Proficient or Advanced.
By knowing the classification level of mastery of English, as seen above, we can certainly understand why it seems reasonable that universities in countries that use English as its official language, requires a certain TOEFL score for the candidate of their international students. To be accepted in S1, they commonly set score is approximately 475 sd 550, while for S2 and S3 program entry requirements TOEFLnya higher score is around 550 till 600.
Questions are often raised in discussion forums English teachers in Indonesia is what should be the mastery of English a student in Indonesia so they can add to scientific knowledge through reading, written in English? Mastery at the level of Primary (Elementary) would not contribute significantly to the students in Indonesia in terms of efforts to increase knowledge through textbooks / written knowledge in English. Required minimum mastery level of Senior Secondary (High Intermediate) so the students can absorb the course material is written in English with relative ease.
Several universities in Indonesia has set a certain TOEFL score for its students (Huda, 1999). In connection with efforts to improve the quality of college graduates, a regulation requiring college students have a mastery of the TOEFL to a certain extent is expected to have a positive impact and we should support. A good mastery of English are expected to increase the ability to think and work on a global level, the working conditions in the future we need to prepare from now.

Jumat, 25 Maret 2011

objek hukum (tugas aspek hukum)

Adalah segala sesuatu yang bermanfaat bagi subjek hukum dan dapat menjadi objek dalam suatu hubungan hukum. Objek hukum berupa benda atau barang ataupun hak yang dapat dimiliki dan bernilai ekonomis.
Objek hukum dapat dibedakan antara lain :
- Benda berwujud dan tidak berwujud
- Benda bergerak dan tidak bergerak

Pentingnya dibedakan karena :
Bezit (kedudukan berkuasa)
- Lavering (penyerahan)
- Bezwaring (pembebanan)
- Daluwarsa (Verjaring)
Hak Kebendaan yang Bersifat sebagai Pelunasan Utang (Hak Jaminan)
Hak kebendaan yang bersifat sebagai pelunasan utang adalah hak jaminan yang melekat pada kreditur yang memberikan kewenangan kepadanya untuk melakukan ekekusi kepada benda melakukan yang dijadikan jaminan, jika debitur melakukan wansprestasi terhadap suatu prestasi (perjanjian)
Perjanjian utang piutangn dalam KUHP tidak diatur secara terperinci, namun tersirat dalam pasal 1754 KUHP tentang perjanjian pinjam pengganti, yakni dikatakan bahwa bagi mereka yang meminjam harus mengembalikan dengan bentuk dan kualitas yang sama.
Unsur-unsur dari jaminan, yaitu :

1. Merupakan jaminan tambahan
2. Diserahkan oleh nasabah debitur kepada bank/kreditur
3. Untuk mendapatkan fasilitas kredit/pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

Kegunaan dari jaminan, yaitu :
1. Memberi hak dan kekuasaan kepada bank/kreditur untuk mendapatkan pelunasan agunan, apabila debitur melakukan cidera janji
2. Menjamin agar debitur berperan serta dalam transaksi untuk membiayai usahanya, sehingga kemungkinan untuk meninggalkan usahanya/proyeknya dengan merugikan diri sendiri dapat dicegah.
3. Memberikan dorongan kepada debitur untuk memenuhi janjinya misalnya dalam pembayarn angsuran pokok kredit tiap bulannya.
Syarat-syarat benda jaminan :

1. Mempermudah diperolehnya kredit bagi pihak yang memerlukannya
2. Tidak melemahkan potensi/kekuatan si pencari kredit untuk melakukan dan meneruskan usahanya.
3. Memberikan informasi kepada debitur, bahwa barang jaminan setiap waktu dapat di eksekusi, bahkan diuangkan untuk melunasi utang si penerima (nasabah debitur)
Manfaat benda jaminan bagi kreditur :

1. Terwujudnya keamanan yang terdapat dalam transaksi dagang yang ditutup
2. Memberikan kepastian hukum bagi kreditur
Sedangkan manfaat benda bagi jaminan debitur, adalah : untuk memperoleh fasilitas kredit dan tidak khawatir dealam mengembangkan usahanya.
Penggolongan jaminan berdasarkan sifatnya, yaitu:
1. Jaminan yang bersifat umum
2. Jamian yang bersifat khusus
3. Jaminan yang bersifat kebendaan dan perorangan
Penggolongan jaminan beerdasarkan objek/bendanya, yaitu :

1. Jaminan dalam bentuk benda bergerak
2. Jaminan dalam bentuk benda tidak bergerak
Penggolongan jaminan berdasarkan terjadinya, yaitu :

1. Jaminan yang lahir karena undang-undang
2. Jaminan yang lahir karena perjanjian

Sumber : http://lailly0490.blogspot.com/2010/03/subjek-dan-objek-hukum.html

Tugas Listening

text for number 1-3
One day, a tiny mosquito sat on the rought,thick skinned neck of a water buffalo.Just then a car passed by and the waterbuffalo was frightened and started running as fast as he could go.The poor mosquito,surprisedat5 the extend of the water buffalo’s ear and said “Brother water buffalo,I don’t mean to hurt you so much when I said down.Please forgive me.”
1. Why was the buffalo running?
a.He was afraid of a tiny mosquito
b.He wasafraid of a car which passed by
c.He wanted to run after a mosquito
d.He wanted to run after car
answer:B
2. What was the neck skin of the buffalo like?
a.It was tiny
b.It wasrough
c.It was rough and thick
d.It was tin and rough
answer:C
3. What is the antonym of the word “tiny’?
a.very rough
b.very big
c.very small
d.very fast
answer:B
text for number 4-7
Most of people like playing games. They can make us relax, enjoyable and happy. The game can be either for children or adult people and we can play them indoors or outdoor. We usually need partner to play the games, either in pairs or in groups. Children like playing “ hide and seek” in the garden. A child closes her/his eyes while the other children are hiding. He / she must look for and find the hiding children.
The other game, a child with covering eyes stands in the middle of circle. The other children walk around him/her while they are singing a song . when they stop singing and walking, he/she must find them by touching and mentioning the name of the hiding children.
There are still many other games, such as kasti, marble, kite, cycling, run and chase, etc. We call those games outdoor games, because we play them in the yard or in the play ground. There are some indoor games such as playing dice, chess, scrabble, card, monopoly, and biliards.
In order to celebrate the kartini day, our school always holds some games, such as playing scrabble, chess, cards, etc. I won the first prize in playing scrabble last year. Do you know the prize that I received? It is a set of magnetic scrabble. I was happy to receive it for I have not had it yet. I can practise playing scrabble with my parents, brother and sister and also my friends. I am going to join the scrabble game year. Hopefully. I’II succeed again this year.
4. Why do we like playing games?
Because they can make us....
a. Sad
b. Unhappy
c. Amused
d. Interesting
Answer : D
5. ..........because we play them in the yard ( the second setence of the third paragraph). The word the refers to...
a. Indoor games
b. Outdoor games
c. Children
d. People
Answer : B
6. A player has to ....... the player who hide in hide and seek.
a. Find
b. Call
c. Kick
d. Punch
Answer : A
7. We have to able to make new words by arranging the letters we have. This game called....
a. Chess
b. Cards
c. Scrabble
d. Marble
text for number 8-10
your pen pall sent you a souvenir.it’s a nice hat.you like it because it is the right colour as well as the size.Now you want to send a letter to say thank you to her.here is the letter.
Dear,Antin
........(4)very much for the ........(5)you sent.I really like it.The hat has the right ....(6).when will you visit solo? I have a plan to show fantastic places to visit.
8. a.I like
b.I hate
c.thank you
d.congratulate you
answer:C

9. a.I like
b.The hat
c.It
d.The souvenir
answer:D
10. a.Present
b.hat
c.shape
d.size
answer:A

materi aspek hukum ( tugas softskil) Hukum perdata Indonesia

Hukum adalah sekumpulan peraturan yang berisi perintah dan larangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang sehingga dapat dipaksakan pemberlakuaanya berfungsi untuk mengatur masyarakat demi terciptanya ketertiban disertai dengan sanksi bagi pelanggarnya
Salah satu bidang hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki pada subyek hukum dan hubungan antara subyek hukum. Hukum perdata disebut pula hukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik. Jika hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum (misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara), kejahatan (hukum pidana), maka hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara sehari-hari, seperti misalnya kedewasaan seseorang, perkawinan, perceraian, kematian, pewarisan, harta benda, kegiatan usaha dan tindakan-tindakan yang bersifat perdata lainnya.
Ada beberapa sistem hukum yang berlaku di dunia dan perbedaan sistem hukum tersebut juga mempengaruhi bidang hukum perdata, antara lain sistem hukum Anglo-Saxon (yaitu sistem hukum yang berlaku di Kerajaan Inggris Raya dan negara-negara persemakmuran atau negara-negara yang terpengaruh oleh Inggris, misalnya Amerika Serikat), sistem hukum Eropa kontinental, sistem hukum komunis, sistem hukum Islam dan sistem-sistem hukum lainnya. Hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda, khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan.
Bahkan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (dikenal KUHPer.) yang berlaku di Indonesia tidak lain adalah terjemahan yang kurang tepat dari Burgerlijk Wetboek (atau dikenal dengan BW)yang berlaku di kerajaan Belanda dan diberlakukan di Indonesia (dan wilayah jajahan Belanda) berdasarkan azas konkordansi. Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda, BW diberlakukan mulai 1859. Hukum perdata Belanda sendiri disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian. Kitab undang-undang hukum perdata (disingkat KUHPer) terdiri dari empat bagian, yaitu:
• Buku I tentang Orang; mengatur tentang hukum perseorangan dan hukum keluarga, yaitu hukum yang mengatur status serta hak dan kewajiban yang dimiliki oleh subyek hukum. Antara lain ketentuan mengenai timbulnya hak keperdataan seseorang, kelahiran, kedewasaan, perkawinan, keluarga, perceraian dan hilangnya hak keperdataan. Khusus untuk bagian perkawinan, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.
• Buku II tentang Kebendaan; mengatur tentang hukum benda, yaitu hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki subyek hukum yang berkaitan dengan benda, antara lain hak-hak kebendaan, waris dan penjaminan. Yang dimaksud dengan benda meliputi (i) benda berwujud yang tidak bergerak (misalnya tanah, bangunan dan kapal dengan berat tertentu); (ii) benda berwujud yang bergerak, yaitu benda berwujud lainnya selain yang dianggap sebagai benda berwujud tidak bergerak; dan (iii) benda tidak berwujud (misalnya hak tagih atau piutang). Khusus untuk bagian tanah, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 5 tahun 1960 tentang agraria. Begitu pula bagian mengenai penjaminan dengan hipotik, telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU tentang hak tanggungan.
• Buku III tentang Perikatan; mengatur tentang hukum perikatan (atau kadang disebut juga perjanjian (walaupun istilah ini sesunguhnya mempunyai makna yang berbeda), yaitu hukum yang mengatur tentang hak dan kewajiban antara subyek hukum di bidang perikatan, antara lain tentang jenis-jenis perikatan (yang terdiri dari perikatan yang timbul dari (ditetapkan) undang-undang dan perikatan yang timbul dari adanya perjanjian), syarat-syarat dan tata cara pembuatan suatu perjanjian. Khusus untuk bidang perdagangan, Kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) juga dipakai sebagai acuan. Isi KUHD berkaitan erat dengan KUHPer, khususnya Buku III. Bisa dikatakan KUHD adalah bagian khusus dari KUHPer.
• Buku IV tentang Daluarsa dan Pembuktian; mengatur hak dan kewajiban subyek hukum (khususnya batas atau tenggat waktu) dalam mempergunakan hak-haknya dalam hukum perdata dan hal-hal yang berkaitan dengan pembuktian.
Sistematika yang ada pada KUHP tetap dipakai sebagai acuan oleh para ahli hukum dan masih diajarkan pada fakultas-fakultas hukum di Indonesia.

Jumat, 04 Maret 2011

TUGAS MULTYPLE AND TOEFL BAHASA INGGRIS

1. Riska meets irul, his girl friend. At the garden.
Riska : Fancy meeting you here. How’s everything with you ?
Irul : …..., thanks.
a I’m dissapointed well
b I’m fine
c have done
d I’m very ungry
Answer: b = I’m fine
2. Danny Earhart was _______________ to pilot her plane across the Atlantic
Ocean.
a. the first and a woman
b. the first woman
c. who the first woman
d. the woman who first
Answer : b = the first and woman
3. “Where is angela? is she at home?”
“No, she isn’t. She _____ the party”.
a) Has attended
b) Is attending
c) Attends
d) Attend
answer: b = Is attending
4. Andre : May I wish a glass of juice
Didier: Okay, I will get two to you
Taulani: Thank you.
Didier : …..
a yes, I like
b no,I’m not
c You’re welcome
d Thank You
Answer: c = You’re welcome
5. Riska : I’d like to confirm my flight to semarang.
Mano : ….
a) I’m going to Bandung next week
b) The meeting very busy
c) Certainly, can you tell your flight number ?
d) I’m afraid there are no more seats left
Answer : c = Certainly, can you tell your flight number ?
6. Luna : “Are you sure that you’ll get the position ?
Vina: Unless my application …. I’ll get it
a) rejected
b) is rejected
c) has rejected
d) rejects
Answer: b = is rejected
7. “Your drawing was very good”
“ I could have done better. If I …more time.”
a) had
b) will have had
c) had had
d)have had
Answer: c = had had
8. If it _________ so cloudy, we would plan on having the fair outside.
a. was
b. was not
c. weren’t
d. had not
Answer : b = was not
9. The burden of economic problems _____ the majority of Indonesia people.
a) Have been frustrated
b) Deeply frustrate
c) It is deeply frustrating
d) Has frustrated
answer: d = Has frustrated
10. Not until a dog is several months old does it begin to exhibit signs of
independence ___________.
a. its mother from
b. from mother
c. to mother
d. from its mother
Answer : d = from its mother
11. Maya meets toni, his old friend. At the cinema.
maya : Fancy meeting you here. How’s everything with you ?
sandy : …..., thanks.
a) I’m fine
b) good
c) it’s so bad
d) I’m very hungry
Answer: a = I’m fine
12. “Will you come to the Office ?”
“If you come, I …..”
a they
b will
c think
d are
Answer: b = will
13. The number of people living under poverty line in our country _____ drastically.
a) To increase
b) They increase
c) Increase
d) Has increased
answer: d = Has increased

14. The Monas ___________Jakarta , Indonesia.
a. landmarks
b. is landmarked in
c. is a landmark in
d. is in a landmark
Answer : c = is a landmarked in
15. Whom discount gived ?
a) a worker
b) a guest
c) a dancer
d) 10 person which come beginning
Answer: d = 10 person which come beginning
16. At the 1984 Democratic National Convention in San Francisco, Geraldine Ferraro
became the first woman _________ for the vice presidency.
a. to being nominated
b. to has been nominated
c. to have been nominated
d. to will be nominated
Answer : c = to have been nominated
17. If she ____________ to advance her clock one hour, she wouldn’t have been late
for work.
a. should have remembered
b. could remembered
c. remembered
d. would have remembered

Answer : d = would have remembered
18. Sony : Why aren’t you driving your car today ?
Marta : ……
a) it’s repaired
b) it will be repaired
c) it has been repaird
d) it’s being repaired
Answer: a = it’s being repaired
19. Ucy wants to introduce Abe to her brother.
Ucy : Abe, this my brother, Ridwan. And Ridwan this is Abe
Ridwan to Abe: ….
a) Hi, nice to meet you to
b) What’s your name
c) Hi, I’m fine
d) Hi, nice to meet you
Answer: d = Hi, nice to meet you
20. Man : I’m Budi, I’m sorry, Iwish cancel a table for next weekend.
Woman: Okay, don’t worry.
Whom the man talking ?
a) Receptionist at the Hotel
b) Receptionist at the restaurant
c) Doctor at the Hospital
d) Guide at tour
Answer: b = Receptionist at the restaurant

21. I received the letter send by Arina last week
A B C D E F
Answer : Send = Sent ( simple past )
22. Tomorrow Lisa had had breakfast, she went to school
A B C D
Answer : a) tomorrow = after (past continuous )
23. The postman has not come yet but will come soon
A B C D E
Answer : have = ( Present perfect tense)

24. He went come if you ask him
A B C D E F G
Answer : b) went = will (Future Tense)
25. I goes to school every day
ABCD
Answer : Go = (Present tense)